Ketentuan PPDB Riau 2020

Ketentuan Umum

  1. Pendaftaran PPDB SMKN dalam jaringan (online) adalah Penerimaan Calon Peserta Didik Baru melalui media internet ke setiap satuan pendidikan yang melaksanakan PPDB secara daring (online).
  2. Waktu pendaftaran dapat dilakukan online 24 Jam sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan.
  3. Calon peserta didik baru yang akan mendaftar PPDB SMKN Provinsi Riau harus memiliki Nomor Ujian Nasional dan NISN untuk mendaftar pada web PPDB.
  4. Calon peserta didik yang sudah mendaftar di SMAN tidak dapat mendaftar di SMKN begitu juga sebaliknya dalam satu waktu.
  5. Mengisi surat pernyataan keabsahan dokumen yang dapat diunduh di web sesuai dengan aslinya dan menggunakan materai 6000.
  6. Calon peserta didik baru harap mempertimbangkan jarak tempat tinggal dengan satuan pendidikan (sekolah) tujuan.
  7. Calon peserta didik SMKN yang mendaftar melalui sistem dalam jaringan hanya dapat mendaftarkan diri pada 1 (satu) satuan pendidikan sesuai dengan program keahlian yang ada pada satuan pendidikan SMKN tersebut maksimal 3 pilihan program keahlian.
  8. Calon peserta didik harus memiliki ijazah/Surat Keterangan Lulus (SKL), maupun surat keterangan yang berpenghargaan sama dengan ijazah SMP/ijazah Program Paket B/Ijazah satuan pendidikan luar yang dinilai/dihargai sama/setingkat dengan SMP.
  9. Domisili Calon peserta didik berdasarkan Kartu Keluarga paling singkat 1 (satu) tahun terakhir dan/atau surat keterangan domisili yang dikeluarkan oleh lurah/ kepala desa atau pejabat yang berwenang atas rekomendasi dari RT/RW. Dokumen ini hanya berlaku untuk pemenuhan administrasi jalur perpindahan orangtua, jalur afirmasi untuk anak kandung Tenaga Medis dan Non-Medis, dan jalur tempatan.
  10. Calon peserta didik diizinkan untuk mendaftar 2 kali. jika pendaftaran pertama gagal/gugur maka diperbolehkan mencabut berkas/mengundurkan diri dengan ketentuan pemilihan sekolah sebagai berikut.
    • Dengan jalur sama, boleh memilih sekolah lain atau sekolah yang sama namun dengan jurusan berbeda.
    • Dengan jalur berbeda, boleh memilih sekolah lain atau sekolah yang sama.

  11. Selama masih masuk perangkingan di aplikasi, calon peserta didik tidak bisa mencabut berkas atau mengundurkan diri (perangkingan dapat dilihat di web PPDB).
  12. Verifikasi berkas pendaftaran dilakukan oleh satuan pendidikan. Apabila calon peserta didik tidak lolos verifikasi berkas maka diwajibkan melakukan pembetulan/perbaikan data pada akun PPDB calon peserta yang bersangkutan.
  13. Calon peserta didik baru yang telah diterima wajib mendaftar ulang dengan menyerahkan tanda bukti pendaftaran pada satuan pendidikan terkait sesuai jadwal yang ditentukan. Bagi yang tidak mendaftar ulang, maka dinyatakan mengundurkan diri.

Jalur Prestasi/Reguler

  1. Jalur prestasi (reguler) memiliki kuota 60% (enam puluh persen) dari jumlah peserta didik yang diterima.
  2. Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jalur Prestasi (Reguler), dengan ketentuan sebagai berikut:
    1. 1. Prestasi Akademik

        a. Prestasi hasil belajar nilai STTB tertinggi dan/atau, Hasil perlombaan dan/atau penghargaan dibidang akademik perorangan pada tingkat Internasional, Nasional, Provinsi dan/atau Kabupaten/Kota.

        b. Dengan rincian skor penilaian sebagai berikut.

      • Tingkat Internasional, peringkat 1=15, peringkat 2=14, peringkat 3=13
      • Tingkat Nasional, peringkat 1=12, peringkat 2=11, peringkat 3=10
      • Tingkat Provinsi, peringkat 1=9, peringkat 2=8, peringkat 3=7
      • Tingkat Kabupaten/Kota, peringkat 1=6, peringkat 2=5, peringkat 3=4.

      2. Prestasi Non-Akademik

        a. Prestasi hasil belajar nilai STTB tertinggi dan/atau, hasil perlombaan dan/atau penghargaan dibidang non-akademik Perorangan pada tingkat Internasional, Nasional, Provinsi dan/atau Kabupaten/Kota.

        b. Hasil perlombaan dan/atau penghargaan dibidang event Olah Raga dibawah induk organisasi Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI)/Kemdikbud dan Seni perorangan pada tingkat Internasional, Nasional, Provinsi dan/atau Kabupaten/Kota.

        Dengan rincian skor penilaian sebagai berikut.

      • Tingkat Internasional peringkat 1=15, peringkat 2=14, peringkat 3 =13
      • Tingkat Nasional, peringkat 1=12, peringkat 2=11, peringkat 3=10
      • Tingkat Provinsi, peringkat 1=9, peringkat 2=8, peringkat 3=7
      • Tingkat Kabupaten/Kota, peringkat 1=6, peringkat 2=5, peringkat 3=4.

      3. Haviz Qur'an

        a. Haviz Qur’an minimal dibuktikan dengan sertifikat/piagam dari LPTQ Kab/Kota/Kecamatan dan atau Kepala Satuan Pendidikan/Pondok sebelumnya (kuota 2% dari jalur prestasi).

        b. Dengan rincian skor sebagai berikut.

      • Penghafal 3 sd 7 juzz dengan skor = 12 Penghafal 8 sd 10 juzz dengan skor = 13
      • Penghafal 11 sd 13 juzz dengan skor = 14
      • Penghafal 14 juzz ke atas dengan skor = 15

  3. Sertifikat hasil perlombaan dan/atau penghargaan bersifat opsional.
  4. Calon peserta didik diberi kesempatan untuk mendaftar pada satuan pendidikan didalam/diluar zona tempat tinggalnya/domisili.
  5. Peringkat Jalur Prestasi ditentukan berdasarkan Nilai STTB, prestasi akademik, dan prestasi non akademik. Apabila terdapat skor yang sama maka yang diprioritaskan adalah calon peserta didik baru yang usianya lebih tua. Kemudian nilai yang lebih tinggi berdasarkan urutan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA. Selanjutnya apabila terdapat skor sama di antara ketentuan tersebut, maka yang diprioritaskan adalah calon peserta didik yang memiliki waktu pendaftaran lebih cepat.

Jalur Tempatan

  1. Jalur tempatan memiliki kuota maksimal 20% (dua puluh persen) dari jumlah peserta didik yang diterima.
  2. Calon peserta Didik berasal dari daerah tempatan domisili di radius paling dekat dengan satuan pendidikan.
  3. Calon peserta didik yang bertempat tinggal tidak sesuai dengan Kartu Keluarga (KK) dapat melampirkan dengan Surat Keterangan Domisili yang dikeluarkan oleh lurah/ kepala desa atau pejabat yang berwenang atas rekomendasi dari RT/RW
  4. Calon peserta didik baru dapat diberikan Surat Keterangan Domisili hanya yang benar-benar telah berdomisili/bertempat tinggal bersama orang tua/wali dan sekolah asal dekat domisili/tempat tinggal.
  5. Skor/Pemeringkatan Jalur Tempatan ditentukan berdasarkan radius terdekat dari satuan pendidikan. Apabila terdapat skor yang sama maka yang diprioritaskan adalah calon peserta didik baru yang usianya lebih tua. Selanjutnya apabila terdapat skor sama di antara ketentuan tersebut, maka yang diprioritaskan adalah calon peserta didik yang memiliki waktu pendaftaran lebih cepat.

Jalur Afirmasi

  1. Jalur afirmasi memiliki kuota paling sedikit 15% (lima belas persen) dari jumlah peserta didik yang diterima.
  2. Jalur afirmasi diperuntukkan bagi calon peserta didik baru yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu yang berdomisili dalam wilayah Provinsi Riau pada Kabupaten/Kota yang sama dengan SMKN yang bersangkutan. Dan bagi anak kandung petugas Tenaga Medis dan Non-Medis seperti dokter, perawat, bidan, tenaga labor, supir ambulan, dll yang terlibat dalam penanganan Covid-19 sebesar 2% (dua persen).
  3. Calon peserta didik baru yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu dibuktikan dengan bukti keikutsertaan peserta didik dalam program penanganan keluarga tidak mampu dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan/atau keluarga yang benar-benar tidak mampu yang dinyatakan dengan Surat Keterangan Tidak Mampu dari Ketua RT disetujui Ketua RW, diketahui lurah/kepala desa setempat.
  4. Orangtua/wali peserta didik bersedia diproses secara hukum apabila terbukti memalsukan bukti keikutsertaan dalam program penanganan keluarga tidak mampu dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah.
  5. Bagi anak kandung Tenaga Medis dan Non-Medis seperti dokter, perawat, bidan, tenaga labor, supir ambulan, dll yang terlibat dalam penanganan Covid- 19 dengan menunjukan SK/Surat Tugas yang ditandatangani oleh Kepala Rumah Sakit, laboratorium atau penanggung jawab tepat isolasi mandiri dari Rumah Sakit Covid-19 Rujukan Pemerintah. Jika tenaga kesehatan yang bertugas telah meninggal dunia, harus menunjukan Surat Kematian dan Keterangan dari Kepala Rumah Sakit bahwa sebelumnya bertugas di RS Tersebut.
  6. Skor/Pemeringkatan Jalur Afirmasi ditentukan berdasarkan rata-rata nilai hasil belajar yang tertera pada SKL/STTB. Apabila terdapat skor yang sama maka yang diprioritaskan adalah calon peserta didik baru yang usianya lebih tua. Kemudian nilai yang lebih tinggi berdasarkan urutan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA. Selanjutnya apabila terdapat skor sama diantara ketentuan tersebut, maka yang diprioritaskan adalah calon peserta didik yang memiliki waktu pendaftaran lebih cepat.

Jalur Pindahan

  1. Jalur Perpindahan Orang tua/wali calon Peserta didik seperti TNI/POLRI,ASN, BUMN, Swasta dan lain-lain yang pindah tugas, Calon Peserta Didik Anak kandung Guru dan anak kandung Tenaga Kependidikan dapat diterima yang bertugas pada Satuan Pendidikan yang sama termasuk dapat diterima paling besar sebesar 5% (lima persen) dari total jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima.
  2. Dibuktikan dengan Surat Keterangan orangtua pindah antar Kabupaten/Kota atau Provinsi untuk PNS, TNI/POLRI, Swasta, BUMN.
  3. Calon Peserta Didik Anak Guru dan Tenaga Kependidikan dibuktikan dengan Surat Keterangan anak guru atau tenaga kependidikan / SK Kepegawaian, baik PNS maupun non PNS dari Kepala Satuan Pendidikan tempat bertugas dan dilengkapi SK Kepegawaian
  4. Skor/Pemeringkatan Jalur Pindahan ditentukan berdasarkan rata-rata nilai hasil belajar yang tertera pada SKL/STTB. Apabila terdapat skor yang sama maka yang diprioritaskan adalah calon peserta didik baru yang usianya lebih tua. Kemudian nilai yang lebih tinggi berdasarkan urutan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA. Selanjutnya apabila terdapat skor sama di antara ketentuan tersebut, maka yang diprioritaskan adalah calon peserta didik yang memiliki waktu pendaftaran lebih cepat.